Telah bermain sepak bola sejak berusia lima tahun, Hanipa Halimatusyadiah yang berusia 23 tahun memilih untuk membangun kehidupannya melalui olahraga.
Almarhum ayahnya, Iwan Suandi, pelatih Sekolah Sepak Bola Bintang Timur di Nagrak, Sukabumi, Jawa Barat, pertama kali mengenalkannya pada sepak bola dengan mengajaknya ke lapangan dekat rumah mereka.
Pemaparan awal itu membuka jalan bagi karier profesional. Pada tahun 2019, ia bermain untuk PS Tira Persikabo di liga wanita Indonesia. Tim finis sebagai runner-up setelah kalah agregat 6-1 dari Persib Bandung. Liga dihentikan setelah musim perdananya.
Karena tidak adanya liga reguler, Hanipa mengikuti beberapa turnamen nasional, antara lain Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 di Jayapura, PON 2024 di Aceh dan Sumatera Utara, serta Piala Pertiwi 2024.
Karirnya kembali terpuruk pada tahun 2023 ketika Persis Solo Wanita, klub yang ia bela, dibubarkan.
Pada satu titik, dia mempertimbangkan untuk meninggalkan sepak bola sama sekali.
“Saya pikir, mungkin sebaiknya saya berhenti bermain karena, pertama, saya perempuan, dan kedua, kami butuh uang untuk hidup,” kata Hanipa.


