Indonesia mempelajari teknologi berbasis singkong untuk memadamkan kebakaran lahan

Jakarta (ANTARA) – Indonesia sedang mengkaji teknologi berbasis singkong sebagai potensi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, kata Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria, Jumat.

Berbicara di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Satria mengatakan teknologi tersebut secara teoritis layak dan BRIN telah berkoordinasi dengan Polri mengenai potensi penerapannya.

Ia mengatakan BRIN menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai persiapan penerapan teknologi tersebut dan berharap dapat segera membuahkan hasil.

BRIN juga berkoordinasi dengan Polri dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk penanggulangan karhutla, termasuk melalui modifikasi cuaca.

Satria mengatakan BRIN telah mengidentifikasi beberapa material untuk operasi modifikasi cuaca yang lebih efisien, antara lain partikel natrium klorida (NaCl) berukuran 25 mikron.

Awal pekan ini, Presiden Prabowo Subianto mengatakan “bom singkong” dapat menawarkan metode alternatif untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan dengan lebih cepat dan efektif.

Dalam rapat mengenai karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin, Prabowo meminta teknologi tersebut dikembangkan dan diujicobakan dalam skala yang lebih besar.

Ia juga meminta agar anggaran produksi segera diajukan agar pemerintah dapat mendukung penelitian, produksi, dan pengujian efektivitas teknologi tersebut.

Berita terkait: Kebakaran Hutan – Polisi Kalimantan Selatan menguji obat pemadam api berbahan dasar pati