Peluang investasi mencakup perumahan, perhotelan, transportasi, logistik, utilitas, pengembangan serba guna dan wilayah pesisir seiring upaya Jakarta untuk memperkuat posisinya sebagai kota global
Pemerintah provinsi Jakarta menawarkan 37 proyek investasi strategis dengan nilai gabungan sebesar Rp115T (US$6,5 miliar) melalui Jakarta Investment Festival (JIF) 2026, yang mencakup berbagai sektor mulai dari perumahan dan perhotelan hingga transportasi dan pembangunan pesisir.
Proyek-proyek tersebut dikelola oleh empat badan usaha milik negara, 10 badan usaha milik daerah, satu anak perusahaan, dan dua badan layanan umum. Peluang investasi mencakup olah raga dan rekreasi, industri dan logistik, pembangunan komersial, proyek serba guna dan pembangunan berorientasi transit (TOD), utilitas, transportasi dan pengembangan wilayah pesisir.
Jakarta juga mempromosikan beberapa zona investasi tematik, antara lain Bumi Perkemahan Ragunan sebagai pusat rekreasi hijau perkotaan, Grogol Petamburan sebagai kawasan perkotaan yang berfokus pada pendidikan masa depan, dan Kebon Jeruk sebagai kawasan pemukiman multigenerasi.
“Kami berharap berbagai peluang yang ditawarkan melalui JIF 2026 dapat mendorong komunikasi bisnis, diskusi kerja sama, dan pada akhirnya realisasi investasi yang memberikan dampak nyata bagi Jakarta,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta, Heru Hermawanto, Senin, 31 Agustus 2026.
Investasi di Jakarta terus berlanjut
Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, mengatakan ibu kota akan terus maju meski ada ketidakpastian global.
Realisasi investasi di Jakarta mencapai Rp173,6 triliun (US$9,8 miliar) pada paruh pertama tahun 2026, menurut gubernur.
“Saya sebagai gubernur mengajak berinvestasi di Jakarta. Jakarta akan memberikan return,” kata Pramono, Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia mengatakan pembangunan infrastruktur, layanan publik yang lebih kuat, pengembangan bakat dan inovasi merupakan hal penting untuk mempertahankan daya saing Jakarta sebagai kota global.
Posisi Jakarta di peringkat internasional pun membaik. Peringkatnya dalam Indeks Kota Global Kearney naik dari peringkat 74 ke peringkat 71, sementara ibu kotanya berada di peringkat ke-53 di antara 100 kota dalam peringkat ibu kota global.
“Ini bukan sekedar angka. Ini adalah tanda kepercayaan terhadap perekonomian Jakarta, iklim investasi, dan kemampuan kita untuk terus bergerak maju. Kepercayaan tersebut kita ubah menjadi tindakan nyata,” kata Pramono.
Pemerintah mencari investasi konkrit
Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal mengatakan ketidakpastian global mendorong investor untuk lebih menekankan stabilitas, kepastian peraturan, infrastruktur yang andal, talenta terampil, kemitraan terpercaya, dan prospek jangka panjang.
“Jakarta berperan sentral dalam perjalanan itu. Jakarta adalah pintu gerbang perekonomian dan keuangan Indonesia, menyumbang lebih dari 16% PDB nasional. Kontribusinya terhadap realisasi investasi nasional mencapai 17,2% pada semester pertama tahun 2026. Peluangnya sangat besar,” kata Rosan, Jumat, 28 Agustus 2026.
Dia mengatakan pemerintah ingin peluang investasi di Jakarta tidak sekedar promosi dan menjadi proyek nyata melalui perbaikan iklim investasi, proses perizinan yang lebih cepat, dan kepastian peraturan yang lebih besar.
“Pemerintah Indonesia siap bermitra dengan investor, memobilisasi modal dan membantu mewujudkan proyek-proyek strategis,” kata Rosan.
Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, mengatakan ketidakpastian global telah mengubah cara investor menilai destinasi potensial, dengan biaya rendah dan akses pasar tidak lagi menjadi satu-satunya pertimbangan utama.
“Jakarta adalah pintu gerbang Indonesia. Jakarta harus menjadi tempat yang semakin mudah untuk berusaha, kota dimana pemerintahan digital menjadi standar utama, pusat inovasi keuangan dan kota yang nyaman untuk ditinggali,” kata Luhut, Jumat.


