Jakarta (ANTARA) – Kementerian Komunikasi dan Digital dan Pemerintah Federasi Rusia menjajaki kerja sama di bidang teknologi satelit dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung transformasi digital dan memperluas akses digital di seluruh Indonesia.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo mengatakan pemerataan infrastruktur digital merupakan komponen penting dalam transformasi digital Indonesia, mengingat luasnya wilayah negara dan kebutuhan masyarakat akan konektivitas.
“Itu juga yang menjadi visi kami dalam transformasi digital. Kami berupaya mengembangkan infrastruktur digital yang menjamin pemerataan akses bagi semua, mengingat luasnya geografis Indonesia,” kata Angga dalam keterangannya, Kamis.
Pernyataan itu disampaikannya saat menerima delegasi diplomatik mewakili Utusan Presiden Federasi Rusia di Jakarta, Rabu (23/9).
Dalam pertemuan tersebut, delegasi Rusia menguraikan peluang untuk memanfaatkan teknologi satelit, termasuk penyediaan sistem administrasi dan peralatan penerima di Indonesia, serta akses terhadap data satelit.
Delegasi juga menjelaskan bahwa jaringan yang dimaksud terdiri dari 98 satelit, dengan perusahaan afiliasinya meluncurkan sekitar 16 satelit setiap tahunnya. Informasi tersebut disajikan sebagai bagian dari proposal teknologi untuk eksplorasi lebih lanjut.
“Rusia juga bisa berkolaborasi dengan perusahaan satelit Indonesia, termasuk BUMN,” kata Angga.
Diskusi juga membahas pengembangan sumber daya manusia dan penelitian teknologi. Pihak Rusia mengusulkan program pendidikan dan pendirian laboratorium di Indonesia di mana siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dalam mempelajari dan mengoperasikan satelit.
Terkait satelit dan komunikasi, kami memiliki beberapa lembaga yang didedikasikan untuk penelitian dan inovasi teknologi, kata Angga.
Angga mengatakan, literasi digital saat ini tidak hanya penting bagi pelajar, namun juga masyarakat umum.
“Ketika kita membahas literasi digital, fokus kita harus memastikan bahwa literasi digital benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini harus lebih dari sekedar memungkinkan masyarakat untuk menggunakan teknologi,” ujarnya.
Menurut Angga, diskusi tersebut menandai titik awal untuk mengidentifikasi bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama, dengan potensi kerja sama lanjutan yang mencakup teknologi satelit, AI, penelitian dan inovasi, serta pengembangan bakat digital yang selaras dengan kebutuhan kedua negara.
Berita terkait: Utusan Rusia ungkapkan simpatinya atas hilangnya jurnalis foto ANTARA
Berita terkait: Indonesia dan Rusia berbagi nilai gotong royong: Prabowo
Berita terkait: ANTARA perkuat kemitraan dengan tiga media Rusia


