Mereka juga mencari kepastian hukum mengenai kontrak yang sedang berlangsung dan jangka panjang, serta pembayaran, dan lain-lain
Diterbitkan Sel, 2 Juni 2026 · 21:39
[JAKARTA] Kelompok usaha di Indonesia meminta pemerintah mengeluarkan pedoman teknis mengenai rencana sentralisasi ekspor dan menahan hasil ekspor di bank-bank pemerintah, kata mereka dalam pernyataan bersama yang diterima Reuters, Selasa (2 Juni).
Asosiasi Pengusaha Indonesia, bersama asosiasi penambang, penambang batu bara, smelter nikel, dan produsen minyak sawit, menyatakan mendukung aturan baru tersebut.
Namun, pihaknya berharap pemerintah akan bekerja sama dengan sektor swasta dalam implementasinya.
“Pemerintah perlu mengeluarkan pedoman teknis yang transparan untuk menghilangkan spekulasi negatif, dan menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap Indonesia sebagai pemasok komoditas global,” kata asosiasi tersebut.
Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 20 Mei mengumumkan bahwa Indonesia yang kaya sumber daya akan memusatkan ekspor komoditas strategis melalui perusahaan baru, Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), dimulai dengan batu bara, minyak sawit, dan ferroalloy.
Masa transisi kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan penerimaan pajak dan mencegah under-invoice ekspor tersebut dimulai pada hari Senin.
Implementasi penuhnya direncanakan mulai berlaku paling lambat awal tahun depan.
Aturan yang mewajibkan eksportir sumber daya alam untuk menyimpan pendapatannya di bank-bank pemerintah dan membatasi konversinya ke rupiah juga mulai berlaku pada hari Senin.
Kelompok usaha menyatakan bahwa kepastian hukum diperlukan, terutama pada kontrak yang sedang berjalan dan berjangka panjang, di samping ketentuan pembayaran dan pengiriman serta asuransi.
LIHAT JUGA

Kejelasan mengenai aturan pendapatan ekspor dan perlakuan terhadap perjanjian perdagangan juga sangat dibutuhkan, serta platform digital yang kredibel untuk memantau perdagangan.
DSI mengatakan bahwa mereka akan menghormati kontrak jangka panjang, namun mungkin akan menegosiasikan ulang harga jika mereka mencurigai adanya kekurangan dalam faktur. Ia menambahkan bahwa mereka sedang mengembangkan teknologi pemantauan.
Perwakilan Danantara, serta kementerian perekonomian dan keuangan tidak segera menanggapi pertanyaan tersebut. Seorang juru bicara Kementerian Perdagangan menunda pertanyaan kepada Kementerian Urusan Ekonomi. [REUTERS]
Decoding Newsletter Asia: panduan Anda untuk mengarungi Asia dalam tatanan global baru. Daftar di sini untuk mendapatkan buletin Decoding Asia. Dikirim ke kotak masuk Anda. Bebas.


